Suganda Pandapotan Pasaribu: Sinergi untuk Perubahan, Mengupas Keberhasilan Gule Kabung

- Redaksi

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, HaloSriwijaya.- Suganda Pandapotan Pasaribu Sekretaris Jenderal Ombudsman Republik Indonesia, memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya pengawasan dalam pelayanan publik. Sebagaimana kita ketahui Ombudsman memiliki tugas utama untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga lainnya. Ombudsman berperan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maladministrasi dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem yang ada.

Dalam konteks Program Gule Kabung yang ia gagas semasa menjabat Penjabat Gubernur mengusung prinsip-prinsip Ombudsman seperti akuntabilitas, transparansi, dan keadilan. Dalam setiap tindakan Gule Kabung memastikan bahwa setiap intervensi dan solusi yang diberikan tidak hanya cepat tetapi juga tepat dan berkeadilan. Pengalaman di Ombudsman memberi pengaruh besar kepada Suganda Pandapotan Pasaribu dalam merancang program ini, memastikan bahwa pelayanan publik tidak hanya cepat tetapi juga bebas dari praktik maladministrasi.

Dalam melaksanakan pelayanan publik yang efektif dan efisien selalu mendapat tantangan di berbagai daerah di Indonesia. Di tengah tantangan tersebut, salah satu inisiatif disaat ia menjadi Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung adalah dengan meluncurkan sebuah terobosan yang mungkin dapat diaplikasikan di daerah lain, yaitu Program Gule Kabung (Gubernur Langsung Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung). Program ini tidak hanya sekedar slogan, tetapi sebuah langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan kolaboratif dan sinergi antar instansi.

Baca Juga  Kawal MotoGP Mandalika 2026, Aksi Hijau BRI Peduli "Yuk Kita Gas" Latih 500 Relawan Kelola Sampah

Menghilangkan Sekatan Birokrasi

Salah satu hal yang menarik dari Program Gule Kabung adalah upaya menghilangkan sekatan-sekatan birokrasi yang sering menjadi penghambat dalam pelayanan publik. Suganda Pandapotan Pasaribu memahami bahwa birokrasi yang berbelit-belit hanya akan memperlambat respon pemerintah terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk mempercepat proses penyelesaian masalah dengan melibatkan berbagai instansi secara langsung dan simultan.

Kolaborasi Antar Instansi

Program Gule Kabung menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi, antara lain Forkopimda yang ada di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dinamakan SKK (Semua Kita Keluarga) melalui forum SKK ini berbagai permasalahan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Contoh konkret dari Gule Kabung adalah ketika suatu wilayah desa mengalami masalah ketiadaan listrik, maka koordinasi segera dapat dilakukan Dimana instansi terkait seperti PLN dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang. Karena semua unsur ada di forum SKK tersebut yang merupakan bagian dari Gule Kabung. Ini menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya bergantung pada satu instansi, tetapi juga memerlukan kerjasama yang harmonis antar berbagai pihak.

Menargetkan Isu Krusial

Adapun beberapa isu krusial yang menjadi fokus utama dari program ini, antara lain stunting, kemiskinan, inflasi dan program prioritas daerah. Stunting, ditangani dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak, inisiatif lain yang tak kalah penting adalah mendukung pendewasaan usia perkawinan dan peran orang tua dalam mendidik anak. Menunda usia perkawinan diharapkan dapat memberikan pasangan muda kesiapan mental, fisik, dan finansial yang lebih baik sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Selain itu, program ini juga mendorong orang tua untuk menjadi pendidik utama yang memastikan anak-anak mereka tumbuh dengan baik dan siap menghadapi masa depan.

Baca Juga  Menag: Pesantren Akan Diurus Eselon I, Bukan Lagi Eselon II

Serta menyediakan intervensi yang diperlukan melalui dinas kesehatan dan pendidikan yang juga berkolaborasi dengan semua anggota SKK.

Program ini juga berupaya mengentaskan kemiskinan dan memberikan akses kepada layanan dasar seperti listrik dan air bersih, serta mengontrol inflasi melalui pengelolaan sumber daya ekonomi lokal.

Program Gule Kabung ini juga menargetkan isu kerusakan lingkungan yang terjadi karena penambangan yang tidak memperhatikan lingkungan yang dilakukan oleh pengusaha maupun masyarakat. Juga menawarkan alternatif ekonomi baru yang tidak merusak lingkungan melalui Blue Economy dan Kepariwisataan.

Penghargaan dan Pengakuan

Keberhasilan awal dari Program Gule Kabung telah diakui di tingkat nasional dengan diraihnya penghargaan Indonesia Award 2023 dalam kategori Excellent Award for Initiative Strategic. Penghargaan ini tidak hanya menjadi bukti bahwa program ini efektif, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan strategis dalam pelayanan publik.

Baca Juga  PERKARA CAGAR BUDAYA EX RUMAH JAWATAN KANTOR POS NAIK PE PENYIDIKAN OLEH DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO

Harapan dan Masa Depan

Dengan hasil positif yang telah dicapai, Suganda Pandapotan Pasaribu berharap Program Gule Kabung dapat terus dikembangkan dan diperluas untuk mencakup lebih banyak aspek kehidupan masyarakat Bangka Belitung dan juga Indonesia. Ia juga berharap program ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam meningkatkan pelayanan publik dan mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kesimpulan

Program Gule Kabung adalah langkah inovatif yang menunjukkan bagaimana kolaborasi dan sinergi antar instansi dapat membawa perubahan signifikan dalam pelayanan publik. Dengan fokus pada penyelesaian masalah krusial dan pelibatan aktif masyarakat, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga Bangka Belitung tetapi juga menjadi teladan bagi daerah lain dalam mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.

Gule Kabung bukan hanya sekedar program, tetapi sebuah paradigma baru dalam pelayanan publik yang mengedepankan kolaborasi, efisiensi, dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, program ini memiliki potensi besar untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Bangka Belitung dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. (**)

Berita Terkait

Hak Jawab: Tanggapan Super Indo atas Pemberitaan Terkait Pengelolaan Sampah Ritel di Palembang
Gebyar Berkah Umroh Sabun Krim EKONOMI, Berangkatkan 11 Pemenang Gelombang Pertama
Menaker Puji Formula Magang BRI, Siap Cetak Ribuan Talenta Muda Bebas Gagap Industri
BRI Peduli Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di Unair untuk Gen Z
GIV Nobatkan Miss Beauty of GIVing 2026 di Ajang Miss Indonesia 2026
Transparansi PROPER KLH dan Penanganan Debu Dermaga PT Indocement Palembang
Kawal MotoGP Mandalika 2026, Aksi Hijau BRI Peduli “Yuk Kita Gas” Latih 500 Relawan Kelola Sampah
Hari Kopi Sedunia 2026: TOP Coffee Manjakan Pelanggan Lewat Kampanye SerasaDiCafe

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Hak Jawab: Tanggapan Super Indo atas Pemberitaan Terkait Pengelolaan Sampah Ritel di Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Gebyar Berkah Umroh Sabun Krim EKONOMI, Berangkatkan 11 Pemenang Gelombang Pertama

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Menaker Puji Formula Magang BRI, Siap Cetak Ribuan Talenta Muda Bebas Gagap Industri

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:25 WIB

BRI Peduli Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di Unair untuk Gen Z

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:25 WIB

GIV Nobatkan Miss Beauty of GIVing 2026 di Ajang Miss Indonesia 2026

Berita Terbaru