halosriwijaya.com//SURABAYA — Generasi muda saat ini tumbuh di tengah gempuran teknologi dan transaksi serbadigital. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan besar, mulai dari risiko keamanan data pribadi hingga ancaman penipuan digital.
Merespons fenomena tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dikutip dari rilis resminya (19/10) mengambil langkah nyata untuk melindungi sekaligus mengedukasi para mahasiswa agar lebih bijak mengelola finansial.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, emiten berkode saham BBRI resmi memberikan dukungan penuh pada peluncuran Gerai CERDAS PeKA yang bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.

Nama “CERDAS PeKA” sendiri merupakan akronim dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia – Peduli, Kenali, Adukan. Fasilitas baru ini dirancang khusus untuk menjadi ruang belajar yang interaktif, kritis, dan aman bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika ekosistem keuangan digital yang bergerak cepat.
Peresmian gerai ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UNAIR Ardianto.
Proyek ini diinisiasi oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK), bekerja sama dengan UNAIR dan Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS).
Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., mengungkapkan bahwa bagi BRI, kehadiran gerai ini membawa misi penting yang melampaui sekadar penyediaan fasilitas fisik. Pihaknya ingin membangun sebuah ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital yang semakin dinamis.
Di gerai ini, seluruh sivitas akademika mulai dari mahasiswa, dosen, hingga organisasi kampus bisa berkumpul untuk belajar dan berkonsultasi seputar produk keuangan, keamanan data, serta hak-hak konsumen.
Melalui jargon Peduli, Kenali, dan Adukan, mahasiswa diajak untuk lebih peduli dalam menjaga kerahasiaan data pribadi dari ancaman cybercrime. Mereka juga didorong untuk mengenali karakteristik serta risiko dari setiap layanan keuangan digital yang digunakan, sekaligus memahami mekanisme mengadu yang benar jika menghadapi masalah finansial. Dengan pemahaman ini, mahasiswa UNAIR diharapkan tidak hanya bijak dalam mengambil keputusan keuangan pribadi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak atau agen literasi di lingkungan sosial mereka.
Selain berdampak langsung di area kampus, inisiatif BRI Peduli ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap agenda nasional dan global. Program ini secara konkret mendukung poin-poin strategis Asta Cita ke-3 dan ke-6 terkait inklusi keuangan serta penguatan kapasitas digital finansial masyarakat.
Di panggung global, kehadiran gerai ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi muda yang semakin cakap, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital. (Agus/rilis 4)

















