DPRD Tinjau Lokasi Sengketa 258 Hektar: Warga Mekar Sari Minta Negara Hadir Lindungi

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Buram Sengketa Agraria: Ketika Negara Diam, Rakyat Terluka

Kasus Mekar Sari bukan sekadar konflik antara warga dan korporasi. Ia adalah potret buram dari krisis agraria nasional. Ribuan kasus serupa terjadi di berbagai penjuru negeri, di mana masyarakat adat, petani, dan warga desa tersingkir oleh penetrasi korporasi yang membawa dokumen dan relasi kekuasaan.

Warga Mekar Sari sudah terlalu lama bertahan dalam ketidakpastian. Mereka bukan perambah, bukan penyerobot. Mereka adalah rakyat biasa yang menggantungkan hidup dari tanah yang mereka rawat sejak lama. Negara, dalam hal ini pemerintah daerah dan pusat, sudah seharusnya tidak netral dalam konflik seperti ini.

Baca Juga  Satres Narkoba Polres Lubuk Linggau Bagikan Takjil Kepada Masyarakat

Netralitas di tengah ketimpangan hanyalah bentuk lain dari keberpihakan terhadap yang kuat.

Harapan Terakhir: Kepastian dan Keadilan

Kini, dengan desakan warga yang semakin keras dan perhatian dari DPRD yang mulai terbuka, warga Mekar Sari menaruh harapan besar agar kasus ini tidak lagi berlarut. Mereka menuntut verifikasi yang terbuka, transparan, dan akuntabel, serta kehadiran negara sebagai penjamin keadilan, bukan sebagai pelayan korporasi.

Baca Juga  Kapolres Ogan Ilir Ajak Masyarakat Cegah Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar

Jika konflik ini terus dibiarkan menggantung, bukan tidak mungkin ketegangan akan meningkat dan menjadi konflik sosial terbuka. Dan ketika itu terjadi, sejarah akan mencatat bahwa negara absen di saat rakyatnya membutuhkan perlindungan.

Sengketa lahan 258 hektar di Mekar Sari bukan sekadar masalah hak atas tanah. Ia adalah pertaruhan antara keadilan sosial dan kekuasaan modal. Warga telah berbicara. Kini giliran negara membuktikan: berpihak kepada rakyat atau kembali membiarkan luka lama membusuk tanpa penyembuhan. *ril

Berita Terkait

RSI Siti Khadijah Palembang Berikan Tanggapan Resmi Terkait Surat Klarifikasi Sampah
Klarifikasi Peta Jalan Sampah Ritel Modern, Perwakilan Alfamart Palembang Belum Berikan Data
Layani Ratusan Transaksi Setiap Hari, BRILink Agen Nova Yulianti Dekatkan Akses Keuangan di Muara Enim
Serah Terima Pataka Atidhira Wirabakti, Irjen Pol. Rony Samtana Resmi Pimpin Polda Sumsel
Pemberdayaan BRI Nyata, Agen BRILink Ini Sukses Ubah Ekonomi Keluarga
Menembus Medan Sulit, Mantri BRI Dekatkan Layanan Keuangan ke Petani Sawit dan Karet
Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo Tinjau Baksos dan Layanan Kesehatan di Pulau Borang Banyuasin
Komitmen TJSL: PT PLN Indonesia Power UP Merah Mata Serahkan Bantuan Teknologi Pengolahan Sampah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:36 WIB

RSI Siti Khadijah Palembang Berikan Tanggapan Resmi Terkait Surat Klarifikasi Sampah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Klarifikasi Peta Jalan Sampah Ritel Modern, Perwakilan Alfamart Palembang Belum Berikan Data

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Layani Ratusan Transaksi Setiap Hari, BRILink Agen Nova Yulianti Dekatkan Akses Keuangan di Muara Enim

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Serah Terima Pataka Atidhira Wirabakti, Irjen Pol. Rony Samtana Resmi Pimpin Polda Sumsel

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pemberdayaan BRI Nyata, Agen BRILink Ini Sukses Ubah Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru