Eks Pj Gubernur Babel Ikut Seleksi Capim KPK

- Redaksi

Minggu, 21 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suganda Pandapotan Pasaribu

Suganda Pandapotan Pasaribu

Suganda Pandapotan : Perlu Orang yang Berani dan Berkomitmen dalam Berantas Korupsi

JAKARTA, HaloSriwijaya.id.- Seleksi calon pimpinan KPK periode 2024-2029 menarik perhatian dengan beragam latar belakang kandidat.

Adapun para kandidat Capim KPK memiliki latar belakang yang beragam. Mulai dari anggota Polri, kejaksaan, Aparatur Sipil Negara (ASN), praktisi hukum, akademisi, swasta, mantan menteri, mantan DPR hingga mantan Pj Gubernur.

Pendaftaran Calon Pimpinan (Capim) Komisioner dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berakhir pada Senin 15 Juli 2024 lalu. Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi telah menerima 525 pendaftar.

Salah satu nama pendaftar Capim KPK yang menarik perhatian adalah mantan Pj Gubernur Kep Bangka Belitung (Babel) Suganda Pandapotan Pasaribu. Eks Pj Gubernur Babel yang juga Sekretaris Jendral Ombudsman itu menjadi salah satu dari 318 orang yang ikut mendaftar sebagai Capim KPK.

Baca Juga  Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Dalam tulisannya, Suganda Pandapotan menjelaskan belum pernah ada pimpinan KPK yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).

” Pimpinan KPK yang berasal dari PNS bisa menjadi langkah strategis dalam rangka pencegahan korupsi pada birokrasi. Karena dinilai paham dan berpengalaman terhadap titik rawan korupsi dalam birokrasi baik di pemerintahan pusat maupun di pemerintahan daerah,” jelas Suganda.

Dengan berbagai pengalaman Suganda di dalam pemerintahan beliau sangat mengetahui ruang gerak dan birokrasi yang tidak sehat.

Pernah juga Suganda melaporkan adanya dugaan korupsi yg ada di pemerintahan Prov Babel ke KPK yg saat itu beliau masih menjabat Pj Gubernur Kep Babel, malah Suganda yang dilaporkan ke Polisi karena dianggap membuat gaduh.

Baca Juga  Pesona Wisata Di Bangka Belitung Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jadi kata Suganda mengahiri percakapan. ” Perlu orang-orang memang betul-betul berani serta berkomitmen dalam memberantas korupsi. Dan mencari orang yg berkomitmen itu bagai mencari Jarum di tumpukan jerami di dalam keadaan gelap gulita.” tutup Suganda.**

Sudah Ditutup

Pendaftaran Calon Pimpinan (Capim) Komisioner dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berakhir pada Senin 15 Juli 2024. Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi telah menerima 525 pendaftar.

Rinciannya, 318 orang mendaftar sebagai capim KPK, dan 207 orang sebagai calon anggota dewas KPK. Pendaftar capim KPK terdiri dari 298 laki-laki dan 20 perempuan. Sementara itu, untuk pendaftar dewas KPK terdiri dari 184 laki-laki dan 23 perempuan.

Latar belakang para pelamar beragam. Ada incumbent, anggota Polri, kejaksaan, Aparatur Sipil Negara (ASN), praktisi hukum, akademisi, swasta, hingga civil society organization.

Baca Juga  Kemenaker: Jangan Mudah Terbujuk Iming-iming Mudah Kerja ke Luar Negeri

Panitia seleksi selanjutnya akan memverifikasi dokumen yang telah diunggah para pendaftar. Kemudian, hasil verifikasi dokumen akan diumumkan pada 24 Juli 2024 melalui aplikasi laman kpk.go.id dan setneg.go.id.

Wakil Ketua Pansel Capim KPK, Arif Satria, mengajak masyarakat untuk memberi masukan dan tanggapan terhadap para pendaftar yang lolos seleksi administrasi.

“Masukan dan tanggapan tersebut dapat disampaikan melalui aplikasi Apple dan email kepada Pansel KPK,” kata Arif dalam keterangannya, Selasa, 16 Juli 2024.

Setelah pendaftaran dan tahapan seleksi lainnya selesai, kemudian akan dipilih 10 nama capim dan 10 calon dewas KPK. Nama-nama itu akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo dan diteruskan ke DPR RI. **

 

Berita Terkait

Prestasi Membanggakan Kontingen Taekwondo Rimau Polda Sumsel Raih 13 Medali Nasional
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
KPK DAN KORTASTIPIDKOR POLRI DUKUNG PENANGANAN PERKARA KORUPSI OLEH PENYIDIK POLDA GORONTALO
Tim Penyidik Kortastipidkor Polri Menggeledah Tiga Lokasi Di Jawa Timur Terkait Dugaan Korupsi.
Semangat Berbagi dalam Rangka Idul Adha, BRI Region 4 Palembang Distribusikan 45 Hewan Kurban di Berbagai Daerah di Sumsel, Jambi dan Kepulauan Bangka
POLDA GORONTALO MELAKUKAN GAKKUM PETI BATU HITAM
UIN Raden Fatah Palembang Dukung Program Ekoteologi Kemenag.
Menag: Pesantren Akan Diurus Eselon I, Bukan Lagi Eselon II

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:18 WIB

Prestasi Membanggakan Kontingen Taekwondo Rimau Polda Sumsel Raih 13 Medali Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:26 WIB

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:16 WIB

KPK DAN KORTASTIPIDKOR POLRI DUKUNG PENANGANAN PERKARA KORUPSI OLEH PENYIDIK POLDA GORONTALO

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

Tim Penyidik Kortastipidkor Polri Menggeledah Tiga Lokasi Di Jawa Timur Terkait Dugaan Korupsi.

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:36 WIB

Semangat Berbagi dalam Rangka Idul Adha, BRI Region 4 Palembang Distribusikan 45 Hewan Kurban di Berbagai Daerah di Sumsel, Jambi dan Kepulauan Bangka

Berita Terbaru