Djarot PDIP: Politik Identitas Jahat, Saya Pernah Alami di Pilgub DKI

- Redaksi

Jumat, 23 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, HaloSriwijaya.co.id. – Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat berbicara mengenai politik identitas pada pemilu. Djarot menilai politik identitas jahat dan perlu untuk dihindari.

“Bangsa kita ini kan dilahirkan sebagai bangsa yang majemuk, yang masing-masing mempunyai identitas, yang masing-masing mempunyai perbedaan. Nah politik identitas itu jahat karena akan mengeksploitir identitas masing-masing, guna apa? Untuk membenci, untuk merenggangkan, guna untuk mencaci identitas yang berbeda,” ujar Djarot di kantor DPP Taruna Merah Putih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2022).

Baca Juga  Temui Kyai Sepuh NU Jatim, Menhan Diskusi Perkuat Keutuhan NKRI

“Masing-masing punya identitas, marilah kita hindari itu. Justru dengan identitas kita masing-masing berbeda-beda ini, justru kita diminta untuk membangun budaya politik yang berkeadaban, yang harga menghargai, hormat menghormati satu sama lain,” sambungnya.

Kemudian, Djarot bercerita pengalamannya terkena politik identitas saat Pilgub DKI 2017. Djarot mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran mengenai politik identitas, agar menciptakan toleransi yang kuat.

“Ya kita lihat saja. Seperti di DKI, mungkin tidak ya, tetapi timnya di bawah, warga masyarakat. Ini tugas kita pemimpin bangsa, para calon siapapun itu, untuk bisa membangun kesadaran, menguatkan kepribadian, menanamkan cinta kasih, toleransi satu sama lain. Tidak membiarkan apabila tim-timnya itu, siapapun itu, kemudian melakukan penistaan, penghinaan sampai dengan persekusi, yang maaf ya, saya pernah alami itu di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga  Peluncuran Buku: Dr Muhammad A.S Hikam, “Kekuasaan itu Bagaikan Api”

Menurutnya, tidak masalah jika seseorang tidak ingin memilih orang tersebut untuk menang dalam suatu pemilu. Namun, dia menyebut jangan menggunakan politik identitas untuk membuat seseorang dibenci.

“Boleh orang tidak memilih, tapi jangan ya kemudian dengan cara membenci, kemudian memfitnah, menakut nakuti, berjualan ayat. Jangan. Itu tidak baik untuk bangsa ini,” ujarnya.

Baca Juga  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

“Oleh sebab itu politisasi identitas harus dihindari dalam politik yang demokratis, maka tugas kita adalah membangun demokrasi kita yang lebih substansial,” imbuhnya. (sumber:detiknews)

Berita Terkait

Ayu Nur Suri Apresiasi Balquis: Bukti Nyata Kesetaraan Gender di PDI Perjuangan Palembang
Buka Dapur Marhaen dan Cek Kesehatan Gratis , Ayu Nur Suri Instruksikan Kader Peka Dengar Keluhan Rakyat
GasPasS Bersama 67 Tim Keluarga dan Relawan Pemenangan Siap Menangkan HDCU
Fraksi – Fraksi DPRD Prov. Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel TA 2022
Peluncuran Buku: Dr Muhammad A.S Hikam, “Kekuasaan itu Bagaikan Api”
Peringatan Hari Jadi Prov. Sumsel Ke-77 DPRD Prov. Sumsel Gelar Rapat Paripurna Istimewa
Bawaslu Banyuasin Imbau Parpol Sering Koordinasi dan Memahami Aturan Kepemiluan
Terbongkar! Ternyata PPK Kecamatan Kikim Timur Yang Mengubah Nama Sekretariat PPS

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Ayu Nur Suri Apresiasi Balquis: Bukti Nyata Kesetaraan Gender di PDI Perjuangan Palembang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Buka Dapur Marhaen dan Cek Kesehatan Gratis , Ayu Nur Suri Instruksikan Kader Peka Dengar Keluhan Rakyat

Sabtu, 6 Juli 2024 - 20:25 WIB

GasPasS Bersama 67 Tim Keluarga dan Relawan Pemenangan Siap Menangkan HDCU

Jumat, 9 Juni 2023 - 11:41 WIB

Fraksi – Fraksi DPRD Prov. Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel TA 2022

Jumat, 2 Juni 2023 - 16:21 WIB

Peluncuran Buku: Dr Muhammad A.S Hikam, “Kekuasaan itu Bagaikan Api”

Berita Terbaru