PSSI Minta Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus: “Membuat Gaduh dan Tak Produktif”

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen PSSI Yunus Nusi

Sekjen PSSI Yunus Nusi

Jakarta, halosriwijaya — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) angkat suara terkait kewajiban membayar royalti atas pemutaran lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Tanah Airku” dalam pertandingan sepak bola. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa aturan tersebut terasa janggal dan sebaiknya segera dihapus.

Aturan tersebut berasal dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) bersama Karya Cipta Indonesia (KIC), yang mewacanakan adanya kewajiban pembayaran royalti atas lagu-lagu nasional yang diputar di ruang publik, termasuk stadion.

Baca Juga  Jangan Sampai Kehabisan! Tiket _Grand Final_ Proliga 2024 Bisa Dibeli Lewat Aplikasi PLN Mobile

“Sebaiknya aturan ini segera dihapus karena berisik, membuat gaduh, dan tidak produktif,” kata Yunus kepada Bloomberg Technoz, Kamis (14/08/2025).

Yunus menegaskan bahwa lagu-lagu seperti “Indonesia Raya” dan “Tanah Airku” diciptakan oleh para komponis nasional dengan penuh ketulusan sebagai bentuk perjuangan, bukan untuk kepentingan komersial.

“Kami yakin tidak pernah terbersit di benak sang pencipta bahwa lagu ini kelak harus dibayar bila setiap individu atau elemen mana pun menyanyikannya,” ujarnya.

Baca Juga  Gelisah Piala Dunia U-20 Terancam Batal, Shin Tae Yong Angkat Bicara

Ia menambahkan bahwa lagu-lagu kebangsaan memiliki nilai emosional dan simbolik yang sangat besar. Lagu tersebut selalu dinyanyikan oleh puluhan ribu suporter saat Timnas bertanding di stadion seperti Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

“Menggema di Stadion GBK dengan puluhan ribu suporter menyanyikan lagu ini, ada yang merinding bahkan ada yang menangis. Itulah nilai-nilai yang terkandung dalam lagu kebangsaan ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Klarifikasi Video Pamer Saldo Rekening Rp 500 Triliun Hanya Editan, Pria di Banjarmasin Minta Maaf

Polemik ini muncul usai adanya kabar bahwa PSSI diminta membayar royalti untuk lagu “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed, yang kerap diputar dalam laga-laga Timnas Indonesia.*aa

 

Berita Terkait

PERKARA CAGAR BUDAYA EX RUMAH JAWATAN KANTOR POS NAIK PE PENYIDIKAN OLEH DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO
Kapolda Sumsel Dianugerahi Penghargaan Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya
Semarak HUT ke-81 RI di Desa Ibru, BRI Hadirkan Pangan Murah, Layanan Kesehatan dan Doorprize
Polres Payakumbuh Raih Juara Pertama Dalam “Harkamtibmas Satwil” Sejajaran Polda Sumbar
DIRRESKRIMSUS POLDA GORONTALO JADI NARASUMBER DI PKKMB UNG 2026, TEKANKAN PERAN MAHASISWA CEGAH PAHAM RADIKAL
Dukung Ketahanan Pangan dan Kamtibmas Nasional, Polda Sumsel Raih Tiga Penghargaan di Jakarta
Kapolda Sumsel Hadir Langsung Dukung Tim E-Sport di Kapolri Cup 2026
Prestasi Membanggakan Kontingen Taekwondo Rimau Polda Sumsel Raih 13 Medali Nasional

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 04:47 WIB

PERKARA CAGAR BUDAYA EX RUMAH JAWATAN KANTOR POS NAIK PE PENYIDIKAN OLEH DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Kapolda Sumsel Dianugerahi Penghargaan Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Semarak HUT ke-81 RI di Desa Ibru, BRI Hadirkan Pangan Murah, Layanan Kesehatan dan Doorprize

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Polres Payakumbuh Raih Juara Pertama Dalam “Harkamtibmas Satwil” Sejajaran Polda Sumbar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:43 WIB

DIRRESKRIMSUS POLDA GORONTALO JADI NARASUMBER DI PKKMB UNG 2026, TEKANKAN PERAN MAHASISWA CEGAH PAHAM RADIKAL

Berita Terbaru