Sutrisno: DPRD Medan Bukan ‘ Lembaga Stempel’, Bobby Nggak Usah ‘Baper’

- Redaksi

Jumat, 17 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, halosriwijaya.co.id – Kritikan yang disampaikanf Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, atas proyek lampu jalan di Kota Medan, adalah sebatas menjalankan fungsi pengawasannya sekali wakil rakyat.

Karena itu Wali Kota Bobby Nasution, menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut, dinilai tidak perlu berlebihan menyikapi fungsi pengawasan yang ditunjukkan Ketua DPRD Hasyim.

“Jadi Pak Bobby sebagai wali kota, nggak usah baperlah (bawa perasaan),” ujar salah satu kader PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan, kepada wartawan di Medan, Kamis (16/03/2023).

“Rekrutment staf, penempatan pimpinan OPD, alokasi anggaran proyek itu memang harus diawasi. Jadi kalau nggak diawasi lagi, apa kerjaanya (DPRD),” ujar Sutrisno.

Sebagaimana diketahui, antara Hasyim dengan Bobby terjadi polemik, yang ditengarai proyek pembangunan lampu jalan di 8 ruas jalan di Kota Medan bernilai Rp 25,7 miliar.

Hasyim mengatakan sebaiknya BPK mengaudit proyek pembangunan lampu jalan itu karena terkesan asal jadi padahal menelan banyak anggaran. Sebaliknya Bobby berkicau lewat medsos, yang menyebutkan Ketua DPRD ‘suka nitip-nitip’.

Baca Juga  Taiwan Lantern Festival 2023 : Light Up The Future

Menurut Sutrisno, pernyataan koreksi dari Hasyim atas proyek lampu jalan Kota Medan, yang lantas dibalas Bobby dengan statement Hasyim ‘suka nitip-nitip’ sebagaimana yang tayang di media, harus dilihat dari sisi prespektif politik di DPRD.

Sutrisno, Anggota DPRD Sumut 2014-2019 itu mengatakan, harus dipahami bahwa proyek pembangunan lampu jalan yang diprogramkan Pemko Medan, adalah disetujui lewat proses politik di DPRD Medan.

Artinya wali kota sebagai kepala daerah yang mengajukan anggaran pembangunan ke DPRD, tidak otomatis disetujui begitu saja. Yang terjadi adalah proses negosiasi politik.

Kalau kemudian koreksi Hasyim dibalas dengan statement Bobby ‘suka nitip-nitip’, adalah menunjukkan bahwa DPRD juga punya hak menentukan alokasi anggaran itu keman saja.

Baca Juga  Atensi Jenderal Dudung Terhadap Penderita Lumpuh Diapresiasi Komisi I DPR

Wali kota Bobby seharusnya memahami UU Pemerintah Daerah secara utuh, bahwa DPRD bukan lembaga stempel, dan berhak menentukan kemana anggaran dialokasikan. “Mungkin dalam konteks itu Ketua DPRD dianggap nitip,” kata Sutrisno.

“Sehingga kita sayangkan munculnya statement Pak Bobby yang demikian (suka nitip-nitip). Kalaupun fungsi pengawasan yang dijalankan Hasyim ke Pemko Medan atas proyek lampu jalan itu, dianggap Bobby tidak tepat, kan ada ruang saya kira untuk membahas itu, meluruskan itu,” ujar Sutrisno lagi.

Di bagian lain, kata Sutrisno, Bobby harus menyadari posisinya bukan sebagai menantu presiden saat melaksanakan tugasnya sebagai wali kota.

“Wali kota itu harus menyadari itu, posisinya dia bukan menantu presiden saat dikantor, sehingga dalam menyikapi sebuah persoalan, juga harus secara profesional,” tambah Sutrisno.

Secara terpisah, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumut, Erris J Napitupulu, ikut memberi atensi atas “perseteruan” antara Bobby dan Hasyim.

Baca Juga  Brigjen Antoninho: Sinergitas TNI AD - KEMENDAGRI adalah Harga Mati

Menurut Erris J Napitupulu, Ketua DPRD Medan selaku wakil rakyat, berhak untuk berbicara ke publik atas kinerja Pemko Medan. “Itu tugas dewan, sebagai salah satu fungsinya, pengawasan,” kata Erris.

Karena itu, Wali Kota Bobby Nasution menurut Erris, seharusnya tidak langsung meresponnya dengan mengeluarkan statement ‘suka nitip-nitip’. “Kurang etis,” ujarnya.

Lebih lanjut Erris menyarankan agar kedua tokoh pemimpin di Kota Medan itu, segera berkomunikasi. “Masyarakat yang rugi kalau pimpinannya tidak akur. Jadi kita dorong ada ruang dialog, dan sama-samalah memberi pelayanan terbaik untuk warna Kita Medan,” pungkas Erris.

Teks foto: Ketua DPRD Medan, Hasyim, dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, saat ini berpolemik gegara proyek pembangunan lampu jalan Kota Medan. (istimewa)

Berita Terkait

BRI Serahkan Satu Unit Mobil Jenazah kepada Yayasan Buddhakirti untuk Mendukung Pelayanan Sosial
Restoran Jepang Gykaku di salah satu Mall di Palembang Kebakaran.
Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Lakukan Monitoring dan Penguatan di Rutan Kelas I Palembang
86 Company Sembelih 18 Sapi dan 20 Kambing,400 Kupon Daging Kurban Dibagikan
Warga Perumahan Opi PNS Jakabaring Palembang Berkurban 3 Ekor Sapi.
Saat Cuci Babat Sapi Panitia Kurban Tewas Tenggelam di anak sungai Musi.
750 Personel Gabungan Diterjunkan Mengamankan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Tempat Pengeluaran Hewan Kurban, Barantin Perketat Pengawasan di Pelabuhan Tanjung Api-Api

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:17 WIB

BRI Serahkan Satu Unit Mobil Jenazah kepada Yayasan Buddhakirti untuk Mendukung Pelayanan Sosial

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:17 WIB

Restoran Jepang Gykaku di salah satu Mall di Palembang Kebakaran.

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:09 WIB

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Lakukan Monitoring dan Penguatan di Rutan Kelas I Palembang

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:08 WIB

86 Company Sembelih 18 Sapi dan 20 Kambing,400 Kupon Daging Kurban Dibagikan

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:58 WIB

Warga Perumahan Opi PNS Jakabaring Palembang Berkurban 3 Ekor Sapi.

Berita Terbaru