“Menyembuhkan” Stunting dengan “Gule Kabung”
Gule Kabung yang memiliki bentuk dan ciri khas memiliki banyak manfaat. Selain bisa untuk mengobati dan menyembuhkan sejumlah jenis penyakit, gule kabung pun banyak dimanfaatkan untuk membuat penganan makanan.
Tapi gule kabung ini, bukan sembarangan gule kabung. Bentuk dan warnanya pun tak seperti biasa. Bukan bulat, bukan pula berwarna kecokelatan. Walaupun bentuk dan warnanya berbeda, gule ini memberikan banyak manfaat, bahkan bisa “menyembuhkan dan mencegah” stunting.
Kok bisa? Gule kabung ini adalah program dari Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu. Gule Kabung ini merupakan kepanjangan dari Gubernur Langsung Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung. Dengan Gule Kabung ini semua berharap, penyakit dalam hal ini stunting bisa “disembuhkan” dan lenyap dari Negeri Serumpun Sebalai.
Bukan menjadi rahasia umum bahwa stunting sampai kini masih menjadi permasalahan bangsa. Berbagai upaya pun terus dilakukan dan dikerahkan untuk mengurangi dan mencegah stunting. Jika stunting tidak ditangani dengan cepat dan benar akan memberikan dampak bagi perkembangan dan kemajuan bangsa di masa depan. Apa sebab? Karena kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia (SDM) yang cerdas adalah sumber daya manusia yang sehat dan kuat. Bisa dibayangkan jika generasi saat ini tidak sehat, tidak kuat, lemah dan rentan akan gangguan penyakit. Jika SDM bangsa ini tak berkualitas dan tak kuat, maka bangsa ini pun tak akan bisa kuat.
Kunci dari sumber daya manusia yang berkualitas adalah pendidikan dan kesehatan. Dengan pendidikan yang dimiliki orang tua tentu memberikan pengaruh terhadap pengasuhan anak mereka, karena dengan pendidikan orang tua akan memahami pentingnya peranan orang tua dalam pertumbuhan anak. Ibu yang memiliki pendidikan dan pengetahuan tentang kehamilan akan memengaruhi terhadap perawatan kesehatan saat ia hamil dan setelah melahirkan serta sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan gizi anak-anaknya dan keluarganya. Karena stunting merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Prestasi belajar anak, secara langsung maupun tidak langsung juga dipengaruhi oleh peran orang tua dalam mendidik anak.
Maka sesungguhnya stunting adalah masalah bersama. Semua pihak harus berperan aktif untuk mencegah dan menangani stunting ini. Untuk itu penanganan stunting yang baik merupakan kunci dari pembangunan manusia yang berujung pada terwujudnya sumber daya manusia (SDM) di Bangka Belitung yang unggul. Maka dari itu Gule Kabung yang digagas dan diinisiasi oleh Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu merupakan langkah dan upaya untuk menangani stunting. Dengan Gule Kabung, Suganda berharap stunting ini bisa diatasi. Dengan Gule Kabung dia berharap dapat berjibaku dengan Bupati dan Walikota, serta komponen dan stakeholder lainnya untuk menangani stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pj. Gubernur dengan “Gule Kabung” berharap masa depan Bangka Belitung akan semakin hebat. Dengan filosofi gule kabung yang memberikan banyak manfaat, maka dengan “Gule Kabung” yang digagas Suganda pun bisa memberikan manfaat dalam menangani stunting. Tentu stunting tak bisa hilang dengan cara bim salabim yang kerap diucapkan oleh para pesulap tempo dulu. Dengan memberikan dan melalukan terobosan mencegah stunting dengan “Gule Kabung” stunting bisa “disembuhkan” dan lenyap dari Negeri Serumpun Sebalai.
Melalui “Gule Kabung” Suganda berkeliling Bangka Belitung mengajak masyarakat untuk menangani stunting, mencegah stunting. Melalui “Gule Kabung” Suganda selalu menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat. Karena dengan pendidikan menurut Suganda, manusia bisa memenuhi derajat hidupnya dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik.

















