halosriwijaya.com//Palembang – Yayasan Sahabat Bumi Indonesia (SBI) resmi meluncurkan bazar pelestarian lingkungan pertamanya dalam rangka memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Internasional yang digelar pada tanggal 3 Juli setiap tahunnya.
Kegitan ini digelar di Basement Sekolah Maitreyawira, tepatnya di Jl. Residen Abdul Rojak, Ilir Timur II, Kota Palembang (2/7), yang dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga tanggal 5 Juli 2026.
Acara ini tidak hanya menjual barang donasi layak pakai secara terjangkau, tetapi juga membagikan barang tak layak jual secara gratis kepada warga yang membutuhkan, ujar Yuliana, bendahara Yayasan BSI.
Acara ini menjadi sangat unik karena tidak sekadar transaksi jual-beli barang, tetapi juga sebagai media edukasi lingkungan.

Berbagai jenis limbah rumah tangga mulai dari pakaian bekas, mainan anak-anak, hingga peralatan dapur yang berasal dari donasi masyarakat dikelola dan disortir secara teliti oleh tim SBI.
Dijelaskan Yuli, hasil dari pengelolaan barang-barang tersebut tidak berhenti di tangan yayasan saja.
“Hasil dari bazar dan donasi ini kemudian kami salurkan ke berbagai tempat ibadah, lokasi terdampak bencana alam, panti asuhan, hingga korban bencana kebakaran,” jelasnya.
Langkah ini memastikan bahwa setiap barang bekas memiliki siklus manfaat yang panjang (circular economy), ungkapnya lebih lanjut.
Selain bazar yang direncanakan akan hadir rutin setiap dua bulan sekali ke depannya, SBI juga memiliki berbagai program edukasi kreatif.
Mereka aktif melibatkan pengelola sekolah, orang tua, siswa, hingga lingkungan sekitar melalui kampanye-kampanye lingkungan, dan kerap mengadakan edukasi menarik lewat Festival Lampion.
Display dan sosialisasi di tempat umum juga terus digencarkan untuk mengajak warga peduli pada lingkungan.
Aksi yang diinisiasi oleh Sahabat Bumi Indonesia ini membuktikan bahwa sampah rumah tangga bisa disulap menjadi berkah, baik bagi kelestarian alam maupun bagi sesama yang membutuhkan.**
Penulis : Agus
Editor : Redaksi

















