Cerita Warga Klaten, Beli Tanah Rp 150 Juta Diganti Proyek Tol Rp 7,8 Miliar

- Redaksi

Rabu, 28 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten, HaloSriwijaya.co.id – Pemilik tanah di Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah hari ini menerima uang ganti kerugian (UGK) proyek Tol Jogja-Solo. Salah seorang warga menerima UGK Rp 7,8 miliar dari tanah yang dibelinya cuma seharga Rp 150 juta. Seperti apa ceritanya?

“Yang kena 3.300 meter persegi, kebun semua tidak ada rumahnya. Dapat sekitar Rp 7,8 miliar,” ungkap Nur Siswanto (60) kepada detikJateng saat penerimaan UGK di balai desa Dompyongan, Selasa (27/12/2022) siang.

Nur menceritakan tanah pekarangan di Desa Dompyongan tersebut dibeli pada tahun 2011. Total dari pekarangan dengan tiga sertifikat itu dibelinya Rp 150 juta.

Baca Juga  Ini Pasangan Artis Pacaran Beda Usia seperti Tante dan Ponakan

“Tahun 2011 saya beli total dengan harga Rp 150 juta. Tidak mengira kena tol, dulu zaman Pak Harto (presiden) informasinya mau dibuat tol tapi katanya kan diubah,” papar Nur dengan wajah semringah bersama istrinya.

Setelah kena proyek tol dan dapat uang ganti kerugian, Nur dan keluarganya sangat bersyukur. UGK tol merupakan rezeki yang harus disyukuri dan diharapkan menjadi berkah.

“Kita bersyukur, namanya dikasih rezeki Yang Maha Kuasa. Mudah-mudahan ini barokah, ” lanjut Nur yang tinggal di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan itu.

Tiga petak pekarangan itu, tutur Nur, dibelinya dari seorang warga yang sudah tinggal di Jakarta. Pekarangan itu kemudian dibelinya dan sebelumnya pernah mau dibeli beberapa kali tapi tidak dilepas.

Baca Juga  Wisata Ramah Muslim di Taiwan

“Sering mau dibeli orang karena banyak pertimbangan tidak kami jual. Empat tahun yang lalu juga mau dibeli tapi saya tidak mau, ya Alhamdulillah kena tol,” papar Nur.

Pernah juga, ucap Nur, pekarangan itu mau dibeli pabrik. Harganya saat itu cuma Rp 500.000 per meter tapi tidak dilepas.

“Mau dibeli pabrik empat tahun lalu. Harganya Rp 500.000 per meter tapi tidak saya lepas, ternyata malah kena tol,” kata Nur.

Baca Juga  Ketum SMSI Lantik Erris J Napitupulu Jadi Ketua di Sumut, Eddy Rahmayadi : Kritik dan Saran Dibutuhkan Pemerintah

Sebelum kena proyek Tol Jogja-Solo, Nur mengaku tidak pernah bermimpi apapun. Dia percaya rezeki sudah ada yang mengatur.

“Tidak mimpi. Rezeki itu kan dari yang maha kuasa, rezeki saya yakin sudah ada yang mengatur,” sambung Nur yang bekerja di proyek.

Dikatakan Nur, uang Rp 7,8 miliar itu sudah dibelikan sawah di desa asalnya. Setelah dikembalikan bentuk sawah menjadi ukuran 5.000 meter persegi.

“Sudah saya belikan sawah. Saya kembalikan sawah lagi dapat 5.000 meter persegi, ya nantinya untuk tabungan keluarga,” pungkas Nur yang dua anaknya sudah selesai kuliah itu.

(sumber:  detiknews)

Berita Terkait

Naik LRT Cuma Rp 80, Langsung ke Festival Perahu Bidar Palembang!
Pesona Wisata Di Bangka Belitung Untuk Kesejahteraan Masyarakat
Kisah Pemuda Tanjung Enim Raih Mimpi Berkat Beasiswa dari Bukit Asam
Peringatan Hari Jadi Prov. Sumsel Ke-77 DPRD Prov. Sumsel Gelar Rapat Paripurna Istimewa
PTBA Bagikan 795 Paket Sembako untuk Guru Honorer saat Ramadhan
Misteri Rumah Tua, Dua Kali Diterjang Banjir Bandang Lahat Masih Kokoh Berdiri
Semarakkan Syiar Islam, PTBA Gelar Lomba Marawis
Kiprah Suganda Dalam Memajukan Ombudsman Republik Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 14 Agustus 2025 - 17:45 WIB

Naik LRT Cuma Rp 80, Langsung ke Festival Perahu Bidar Palembang!

Selasa, 4 Juli 2023 - 12:19 WIB

Pesona Wisata Di Bangka Belitung Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 27 Mei 2023 - 14:20 WIB

Kisah Pemuda Tanjung Enim Raih Mimpi Berkat Beasiswa dari Bukit Asam

Senin, 15 Mei 2023 - 11:18 WIB

Peringatan Hari Jadi Prov. Sumsel Ke-77 DPRD Prov. Sumsel Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Rabu, 5 April 2023 - 13:56 WIB

PTBA Bagikan 795 Paket Sembako untuk Guru Honorer saat Ramadhan

Berita Terbaru

Palembang

Dua Pelaku Pencurian Diarea Pemakaman diringkus Polisi

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:02 WIB