Dorong Penerapan Pengelolaan Sampah Sejak Dini Sebagai Solusi Bahaya Sampah

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

halosriwijaya.com//PALEMBANG – Untuk menekan resiko bahaya sampah di masa depan dibutuhkan edukasi sejak dini guna membentuk kebiasaan peduli lingkungan. Untuk itu diperlukan penerepan pengelolaan sampah yang berbasis pada prinsip pengurangan, penggunaan kembali serta pendaurulangan sampah atau yang lebih dikenal dengan prinsip 3R.

Kegiatan yang berbasis pada prinsip 3R tersebut sebaiknya dimulai dari tingkat sekolah untuk membentuk jati diri siswa mengelola sampah dengan benar sehingga nantinya akan membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan hingga dewasa.

Suatu saat mereka akan menjadi agen perubahan dalam keluarga maupun pada komunitasnya kelak, ungkap M. Firmansyah, anggota DPR-D Kota Palembang fraksi PDI P (2/06) saat ditemui halosriwijaya.com.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Salurkan 18,5 Ton Beras SPHP untuk Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat

Menurutnya, selain menjadi tuntutan regulasi, upaya sejenis ini harus terus dilaksanakan dan wajib ditingkatkan kwalitasnya hingga mencapai tujuan yaitu pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan yang patuh pada regulasi.

Cara memulianya salah satunya dapat diawali dengan menggandeng lembaga yang legal seperti yayasan yang konsen pada pengelolaan sampah, kata Firman. Yayasan dapat bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk turut terlibat dalam upaya pengurangan atau pengelolaan sampah, ungkapnya melanjutkan.

“Saya yakin pola pembinaan dan kemitraan dapat membangun sinergi yang kuat antara siswa, masyarakat dan pihak perusahaan. Terlebih jika program tersebut juga didukung oleh pemerintah” ujarnya.

Baca Juga  Wagub Sumsel Hadiri Deklarasi dan Peresmian Gedung Aliansi Untuk Keadilan

Harapannya, apa yang dilakukan oleh perusahaan bisa ditiru dan dilakukan juga oleh perusahaan lain untuk turut membantu siswa atau masyarakat dalam mengelola sampah sehingga bisa berdampak luas dan secara signifikan mengurangi masalah sampah Indonesia.

Harus diakui, banyak pihak yang berpandangan bahwa gerakan semacam ini tidak maksimal karena berbagai kendala dilapangan. Terutama karena minimnya kesadaran masyarakat, pengelolaan yang kurang profesional serta keterbatasan sarana dan prasarana yang tersedia termasuk pola pembiayaan.

Namun harus disadari, dibeberapa pusat pengelolaan sampah yang tidak berbasis pada prinsip 3R terlihat mesin-mesin pengelolaan sampah yang mangkrak akibat berbagai macam kendala. Salah satu penyebabnya adalah tingginya biaya operasioanal yang dibutuhkan serta upah tenaga kerja yang mahal. Pada akhirnya dengan mesin yang tersedia tetap tidak mampu mengimbangi volume sampah yang timbul.

Baca Juga  Kepala Kantor SAR Palembang Buka Latihan SAR Satuan Under Water Tahun 2026

Oleh karena itulah, solusi sampah yang terbaik saat ini tetaplah dengan metode 3R. Dengan catatan prinsip pengelolaan sampah yang menyeluruh, sistematis dan berkelanjutan harus diterapkan.

“Yang pasti masalah sampah tidak akan teratasi selama regulasi hanya dianggap sebagai macan kertas semata. Jika ingin berhasil, maka pengelolaan sampah harus tunduk dan patuh pada regulasi” tandasnya. **

Penulis : Agus

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sinergi Inovasi Polrestabes Palembang, Kapolda Sumsel Dorong Stabilitas Kamtibmas dan Pemberdayaan Ekonomi
Selamatkan 38 Ribu Jiwa, Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan Belasan Kilogram Sabu di Palembang
Kapolda Sumsel Tegaskan Komitmen Polri Lindungi Hak Korban dan Jaga Stabilitas Kamtibmas
Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Tolak Provokasi
Polda Sumsel Persempit Ruang Gerak Mafia Illegal Drilling, Wujudkan Ketahanan Energi Nasional
Berantas Mafia Migas, Polda Sumsel Ungkap 96 Kasus BBM Ilegal Sepanjang 2026
Polda Sumsel Menegaskan Komitmen Dalam Mendukung Penuh ketahanan Energi Nasional, dan Ungkap 96 Kasus BBM Ilegal
Panen Kangkung Capai 72,2 Kilogram, Rutan Kelas I Palembang Perkuat Program Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:03 WIB

Sinergi Inovasi Polrestabes Palembang, Kapolda Sumsel Dorong Stabilitas Kamtibmas dan Pemberdayaan Ekonomi

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:34 WIB

Selamatkan 38 Ribu Jiwa, Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan Belasan Kilogram Sabu di Palembang

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kapolda Sumsel Tegaskan Komitmen Polri Lindungi Hak Korban dan Jaga Stabilitas Kamtibmas

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:10 WIB

Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Tolak Provokasi

Senin, 27 Juli 2026 - 15:31 WIB

Polda Sumsel Persempit Ruang Gerak Mafia Illegal Drilling, Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Berita Terbaru