“Gule Kabung”
Gubernur Langsung Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung yang lebih sering terdengar gaungnya dengan Gule Kabung. Gule Kabung merupakan inovasi yang di laksanakan oleh PJ Gubernur Kepulauan Bangka Belitung langsung turun ke masyarakat untuk mendengar keluh-kesah mereka bersama dengan para Kepala OPD dan Forkopimda serta instansi Vertikal yang bertujuan untuk langsung mengesekusi setiap permasalahan yang ada di masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hal ini merupakan inovasi yang sangat tepat dan efisien. Dengan cara seperti inilah para masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya langsung dan tentunya mendapatkan solusi. Pemerintah selaku institusi pelayana publik dapat menjamah seluruh aspirasi masyarakat yang sebelumnya belum terdeteksi seperti permasalahan masyarakat kurang mampu, Anak Kurang Gizi dan Stunting serta ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis. Salah satu wujud nyata dalam program Gule Kabung ini yaitu Pemberian Kursi Roda, Pemberian Tongkat Kaki 1, Pemberian Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada masyarakat dan Pemberian Bantuan Kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Dalam Program Kerja Gule Kabung ini salah satu fokus utama yaitu kemiskinan, dalam memangkas kemiskinan yang menjalar akibat pandemi covid-19, Pemerintah Daerah tentunya memaksimalkan segala bentuk bantuan yang mengarahkan kepada kemiskinan. Terdapat penurunan kemiskinan mulai dari Tahun 2022 sampai 2023. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) garis Kemiskinan Provinsi Bangka Belitung maret Tahun 2023 Rp 874.204,-perkapita/bulan Tertinggi se Indonesia, dan Persentase kemiskinan di urutan ke empat sebesar 4,52 persen berada di bawah tingkat kemiskinan nasional (9,36 persen). Menurut data Kemiskinan yang di tetapkan oleh kementerian sosial setiap bulannya mengalami penerunan di Tahun 2023. Jika dihitung di awal tahun di 27 Januari sejumlah 399.631 Penduduk, dan sekarang 28 Juli 2023 yaitu 377.913 penduduk miskin.
Data tersebut berkolerasi dengan BPS sesuai Persentase penduduk miskin pada bulan Maret 2023 tercatat sebesar 4,52 persen, mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan dengan bulan September 2022. Serta berdasarkan Intruksi Presiden No 4 tahun 2022 Tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 8 Juni 2022 sampai 2024 dengan 0% Kemiskinan Ekstrim, persentase kemiskinan ekstrem di angka 1,74% dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan Provinsi dengan presentase terkecil se indonesia di angka 0,12% yang tahun ini akan di menjadi fokus penuntasan kemiskinan ekstrem.
Berdasarkan Data terhadap kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin menurun dengan cara memperkuat dan memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran. Bantuan-bantuan yang diberikan merupakan sebuah solusi kepada masyarakat dengan memberikan modal usaha ekonomi Produktif, Pemberdayaan sosial, perlindungan jaminan sosial, Kelembagaan Sosial serta rehabilitasi sosial. Bantuan yang diberikan pada saat Program Gule Kabung seperti Pemberian Kursi Roda dan Tongkat Kaki 1 merupakan Bantuan Sosial kepada masyarakat yang tidak bisa berjalan lagi sehingga terbantu untuk menjalani kehidupan mereka, Pemberian Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada masyarakat dengan Jaminan sosial ini jika masyarakat mengalami kecelakaan kerja dapat dijamin sampai dengan kesembuhan, dengan bantuan tersebut masyarakat merasa aman pada saat bekerja. Hal ini harus di dukung baik itu dari pemerintah maupun dari masyarakat itu sendiri agar kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat menurun.

















