Jokowi: Kalau Dulu Kita “Lockdown”, Enggak Ada 3 Minggu Pasti Rusuh

- Redaksi

Rabu, 1 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, halosriwijaya.co.id. – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai keputusannya untuk tidak melakukan lockdown atau karantina wilayah pada awal pandemi Covid-19 merebak sudah tepat.

Orang nomor 1 RI itu mengatakan, sebagian besar masyarakat kalangan menengah atas pada saat itu mendorong pemerintah untuk menerapkan lockdown guna menghentikan penyebaran Covid-19.

“Menteri juga sama, 80 persen minta lockdown,” ujar dia dalam Mandiri Investment Forum di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga  Penantian Vonis Sambo, Apakah Hakim Akan Ringankan Tuntutan Sambo Atau Beri Hukuman Mati?!

Namun demikian, Jokowi bilang, dirinya perlu mempertimbangkan bukan hanya sebagian kalangan masyarakat, tapi seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karenanya, pemerintah memutuskan untuk tidak menerapkan lockdown dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi dan bertahan masyarakat yang terbatas.

“Begitu kita lockdown, hitungan saya saat itu, enggak ada 3 minggu kita pasti sudah rusuh. Tabungan mereka, stok mereka, bahan makanan mereka, enggak akan bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Jokowi mengakui, pada awalnya pemerintah “gugup” menghadapi pandemi Covid-19, sebab tidak punya pengalaman tersebut. Namun pemerintah melihat respons negara lain guna mempelajari permasalahan tersebut.

Baca Juga  PWI Lubuklinggau Siapkan Enam Cabor untuk Porseniwada Dimeriahkan City Tour dan Seminar Nasional

“Bagaimana mengendalikan kesehatan ekonomi, pandemi versus ekonomi bukan hal yang mudah, ngurusi pandemi saja enggak pernah tidur kita,” katanya.

Pemerintah pun kesulitan untuk mendapatkan berbagai alat medis yang berkaitan dengan penanggulangan Covid-19, mulai dari masker, APD, hingga vaksin.

“Kalau vaksin hanya sejuta 2 juta mudah, tapi negara kita ini negara besar, 280 juta orang yang tersebar di 17.000 pulau bukan hal yang mudah,” katanya.

Baca Juga  Siapkan Tanjung Enim Jadi Kota Wisata, PTBA Hadirkan Waterpark

Oleh karenanya, Jokowi mengajak masyarakat untuk bersyukur, Indonesia telah melewati masa sulit itu, di mana saat ini pemulihan sudah berjalan.

“Kita ini sering lupa bersyukur, sering lupa. Tapi kalau kita ingat di 2020 kemudian di 2021, kemudian di 2022, wajib hukumnya kita bersyukur,” ucapnya.

(Source: Kompas.com)

Berita Terkait

Gebyar Berkah Umroh Sabun Krim EKONOMI, Berangkatkan 11 Pemenang Gelombang Pertama
Menaker Puji Formula Magang BRI, Siap Cetak Ribuan Talenta Muda Bebas Gagap Industri
BRI Peduli Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di Unair untuk Gen Z
GIV Nobatkan Miss Beauty of GIVing 2026 di Ajang Miss Indonesia 2026
Transparansi PROPER KLH dan Penanganan Debu Dermaga PT Indocement Palembang
Dorong Inklusi Keuangan Desa, BRI Sukses Antar Agen BRILink di Lampung Tembus Ribuan Transaksi
Lamonde Palembang Sedang Transisi dari P-IRT ke BPOM
Kawal MotoGP Mandalika 2026, Aksi Hijau BRI Peduli “Yuk Kita Gas” Latih 500 Relawan Kelola Sampah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Gebyar Berkah Umroh Sabun Krim EKONOMI, Berangkatkan 11 Pemenang Gelombang Pertama

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Menaker Puji Formula Magang BRI, Siap Cetak Ribuan Talenta Muda Bebas Gagap Industri

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:25 WIB

BRI Peduli Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di Unair untuk Gen Z

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:25 WIB

GIV Nobatkan Miss Beauty of GIVing 2026 di Ajang Miss Indonesia 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:21 WIB

Transparansi PROPER KLH dan Penanganan Debu Dermaga PT Indocement Palembang

Berita Terbaru