UIN Raden Fatah Palembang Dukung Program Ekoteologi Kemenag.

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

halosriwijaya.com//PALEMBANG,- UIN Raden Fatah Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia melalui berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan di kawasan Kampus Jakabaring.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelepasan bibit ikan dan penuangan 40 liter cairan eco enzyme ke aliran air di lingkungan kampus yang digelar pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memperbaiki kualitas air sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Baca Juga  Lansia 80 Tahun Hilang Misterius di Musi Rawas, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Aksi lingkungan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, serta didampingi Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, bersama sejumlah tokoh penting lainnya. Eco enzyme yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang dicampur dengan gula dan air, kemudian difermentasi selama tiga bulan. Cairan ramah lingkungan tersebut dikenal memiliki manfaat dalam membantu menjaga kualitas air dan lingkungan.

Baca Juga  Serah Terima Mahasiswa Asrama Putri STIKES ‘Aisyiyah Palembang

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa program Ekoteologi Kementerian Agama merupakan bentuk integrasi antara nilai-nilai ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Ekoteologi Kemenag adalah inisiatif Kementerian Agama RI yang mengintegrasikan nilai-nilai ajaran agama dengan kesadaran ekologis, menjadikan pelestarian alam sebagai wujud ibadah dan mandat suci,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari keimanan. “Konsep ini memandang alam bukan objek eksploitasi, melainkan partner hidup yang harus dijaga sebagai bukti keimanan kepada Tuhan. Kita harus menjaga alam, bukan merusaknya, serta mencintainya dengan cara merawat sebaik mungkin agar tetap lestari,” ujarnya.

Baca Juga  Terbongkar! Ternyata PPK Kecamatan Kikim Timur Yang Mengubah Nama Sekretariat PPS

Menurutnya, menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan.

“Program ini menegaskan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman dan upaya kolektif melawan kerusakan lingkungan,” tutupnya.

Penulis : DR3

Editor : DR3

Berita Terkait

Pelaku pencurian Satu Unit Outdor AC Diringkus Buser Polsek SU II Palembang.
Dorong Penerapan Pengelolaan Sampah Sejak Dini Sebagai Solusi Bahaya Sampah
Dua Pelaku Pencurian Diarea Pemakaman diringkus Polisi
Lansia 80 Tahun Hilang Misterius di Musi Rawas, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Usai mengikuti kegiatan “Haflah Akhirussanah ,Cik Ujang Berkomitmen Mendukung Penuh Pondok Pesantren Subulul Falah
Rutan Kelas I Palembang Serahkan Remisi Khusus Waisak 2026, Wujud Pemenuhan Hak dan Apresiasi bagi Warga Binaan
Restoran Jepang Gykaku di salah satu Mall di Palembang Kebakaran.
Anggota DPR-D Kota Palembang Soroti Carut Marut Pengelolaan Sampah Kawasan Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:22 WIB

Pelaku pencurian Satu Unit Outdor AC Diringkus Buser Polsek SU II Palembang.

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:16 WIB

Dorong Penerapan Pengelolaan Sampah Sejak Dini Sebagai Solusi Bahaya Sampah

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:02 WIB

Dua Pelaku Pencurian Diarea Pemakaman diringkus Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:12 WIB

Lansia 80 Tahun Hilang Misterius di Musi Rawas, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:20 WIB

Usai mengikuti kegiatan “Haflah Akhirussanah ,Cik Ujang Berkomitmen Mendukung Penuh Pondok Pesantren Subulul Falah

Berita Terbaru

Palembang

Dua Pelaku Pencurian Diarea Pemakaman diringkus Polisi

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:02 WIB