Kemenaker: Jangan Mudah Terbujuk Iming-iming Mudah Kerja ke Luar Negeri

- Redaksi

Jumat, 10 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, halosriwijaya.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memberikan apresiasi atas keberhasilan dan capaian Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten mengungkap sindikat Pekerja Migran Indonesia (PMI) keluar negeri.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang menegaskan, pihaknya memiliki konsentrasi tinggi untuk memastikan calon PMI yang ingin bekerja keluar negeri secara prosedural.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat apabila ingin bekerja keluar negeri, ada prosedurnya dan langsung melakukan proses ke Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing kabupaten/kota atau melalui Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA).

Baca Juga  SMSI Berikan Penghargaan Kepada Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting

Jangan mudah terbujuk rayu iming-iming mudah untuk bekerja keluar negeri dengan cara gampang dan instan karena risikonya sangat tinggi.

Apabila bekerja keluar negeri tanpa prosedur yang jelas, sesuai UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang PPMI, tentu tak terdaftar di pemerintah dan perwakilan,” ujarnya melalui siaran pers Kemenaker, Jumat (10/2/2023).

Sementara itu, Direktur Binariksa Kemenaker Yuli Adiratna mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Soetta, Imigrasi, Angkasa Pura dan BP2MI, yang dapat bekerja sama dalam melakukan pencegahan PMI keluar negeri.

Baca Juga  Perpres Publisher Right Digital: Rapat Koordinasi Dewan Pers, Menkominfo, dan Konstituen Ricuh

“Ini hasil kerja kita bersama antar kementerian/lembaga dan Kepolisian. Kami berharap tak terjadi lagi penempatan secara nonprosedural ke depan. Ini jadi pelajaran kita semua, karena di sana ada oknum-oknum yang memanfaatkan ketidakberdayaan PMI,” katanya.

Hingga saat ini, Kemenaker terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan bahkan melibatkan pemerintahan desa agar masyarakat memahami untuk bekerja secara prosedural.

“Pemerintah tak melarang orang bekerja keluar negeri, tetapi hanya mengatur bekerja secara prosedural agar terhindar dari perlakuan dan peluang potensi bahaya kekerasan dan perlakuan tak manusiawi,” lanjut Adiratna.

Baca Juga  DPRD Prov. Sumsel Bentuk Panitia Khusus Membahas LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2022

Wakapolresta Bandara Soekarno Hatta AKBP Anton Firmanto mengatakan, jajaran Satreskrim Soetta telah mengungkap tiga orang anggota sindikat (RC, ABN, MBA) sebagai tersangka.

Modus para tersangka sindikat yakni menjanjikan iming-iming uang kepada Calon PMI untuk bekerja di luar negeri.

“Pendanaan untuk PMI berasal dari luar negeri. Biasanya satu pekerja dijanjikan 3.200 dollar AS (Rp 50juta). Kepengurusan paspor dan visa diatur oleh para sindikat ini,” jelasnya.

(Sumber: kompas.com)

Berita Terkait

Menag: Pesantren Akan Diurus Eselon I, Bukan Lagi Eselon II
Warga Desa Mekarsari Banyuasin Tuntut Kejelasan Lahan, Pemerintah Provinsi Masih Bungkam
Akhmad Munir Terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030
PSSI Minta Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus: “Membuat Gaduh dan Tak Produktif”
FENOMENAL: SUGANDA PANDAPOTAN PASARIBU SALAH SATU PESERTA SELEKSI CALON PIMPINAN (CAPIM) KPK BEGITU BANYAK MENDAPAT DUKUNGAN DARI BERBAGAI ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI INDONESIA
Sosok “Kontroversial” Mantan Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu Daftar Capim KPK
Eks Pj Gubernur Babel Ikut Seleksi Capim KPK
Jangan Sampai Kehabisan! Tiket _Grand Final_ Proliga 2024 Bisa Dibeli Lewat Aplikasi PLN Mobile

Berita Terkait

Selasa, 23 September 2025 - 15:54 WIB

Menag: Pesantren Akan Diurus Eselon I, Bukan Lagi Eselon II

Rabu, 10 September 2025 - 12:02 WIB

Warga Desa Mekarsari Banyuasin Tuntut Kejelasan Lahan, Pemerintah Provinsi Masih Bungkam

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:29 WIB

Akhmad Munir Terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030

Kamis, 14 Agustus 2025 - 13:24 WIB

PSSI Minta Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus: “Membuat Gaduh dan Tak Produktif”

Minggu, 28 Juli 2024 - 06:50 WIB

FENOMENAL: SUGANDA PANDAPOTAN PASARIBU SALAH SATU PESERTA SELEKSI CALON PIMPINAN (CAPIM) KPK BEGITU BANYAK MENDAPAT DUKUNGAN DARI BERBAGAI ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI INDONESIA

Berita Terbaru

Nasional

Menag: Pesantren Akan Diurus Eselon I, Bukan Lagi Eselon II

Selasa, 23 Sep 2025 - 15:54 WIB