SMK N 1 Babat Toman Diduga Mark Up Uang Seragam Sekolah

- Redaksi

Jumat, 24 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUBA, halosriwijaya.co.id – Belum selesai persoalan terkait dugaan kecerobohan yang dilakukan pihak SMK N 1 Babat Toman yang mengeluarkan 7 orang siswa/i tanpa kejelasan, dan dugaan pemotongan uang PIP siswa/i , kali ini dugaan adanya kecurangan pihak sekolah terkait penetapan harga seragam/atribut kejuruan yang disinyalir terlalu mengambil keuntungan hingga berkali lipat.

Dari informasi yang didapat media ini bahwa total keseluruhan harga seragam/atribut sekolah hanya Rp. 531.000 ,- / siswa dengan jumlah siswa 104 siswa/i.

Baca Juga  HUT ke-42, Momentum Bukit Asam Melesat Melampaui Batas

Sementara, harga yang dilampirkan pada surat pemberitahuan No 01/komite SMK Negeri 1 Babat Toman/2022 sejumlah Rp. 1.335.000 dengan rincian Baju werfak Rp. 470.000, baju olahraga ( satu stel ) Rp. 320.000, baju muslim ( atasan saja ) Rp. 220.000, perlengkapan ( topi, dasi, logo, nama lokasi ) Rp. 150.000, sampul Rapot Rp. 75.000, Ongkos Kirim ( ongkir ) Rp. 100.000/siswa.

Baca Juga  Pemkab Muba Dukung Penuh Keterbukaan Informasi, Komisi Informasi Sumsel Apresiasi Komitmen Bupati

Menurut salah seorang wali murid yang tak ingin disebutkan namanya bahwa jika memang harga seragam yang mahal sesuai dengan kualitasnya tidak masalah, dan seharusnya tidak dikenakan ongkos kirim satu orang siswa satu ongkos kirim.

“Kualitas baju itu tidak sesuai dengan harga, kami juga tahu bahan seperti ini berapa kisaran harganya, ini terlalu mengambil untung, dan juga ada ongkos kirim, satu siswa satu ongkos kirim ini tidak masuk akal, ongkos kirim itu dihitung sekaligus saat mengirim barang”Ungkapnya bernada kesal.

Baca Juga  KSAD Perintahkan Faskes Di Bawah TNI AD Siap Membantu Warga

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK N 1 Babat Toman Drs Sentosa MSi saat dimintai keterangan via WhatsApp nya masih saja bungkam, bahkan sampai berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan.

Berita Terkait

HD : Dengan Empat Pilar MPR RI, Sumsel Akan Miliki Generasi yang Tangguh, Berkarakter, dan Siap Hadapi Tantangan
Korupsi Proyek Kereta Api di Sumsel: Negara Rugi Rp1,95 Miliar, Dua Tersangka Ditahan
Amin Tras: Pasukan 08 Sumsel Siap Jadi Kontrol Sosial dan Pendamping Hukum Masyarakat
Warga Desa Mekarsari Banyuasin Tuntut Kejelasan Lahan, Pemerintah Provinsi Masih Bungkam
Pemkab Muba Dukung Penuh Keterbukaan Informasi, Komisi Informasi Sumsel Apresiasi Komitmen Bupati
Dukung Arahan Presiden, Polda Sumsel Libatkan Heli dan Bukit Asam Tertibkan Tambang Ilegal
Kotak Amal Dicuri Saat Malam, Jemaah Kaget Saat Subuh
DPRD Tinjau Lokasi Sengketa 258 Hektar: Warga Mekar Sari Minta Negara Hadir Lindungi

Berita Terkait

Rabu, 24 September 2025 - 16:10 WIB

HD : Dengan Empat Pilar MPR RI, Sumsel Akan Miliki Generasi yang Tangguh, Berkarakter, dan Siap Hadapi Tantangan

Selasa, 16 September 2025 - 12:40 WIB

Korupsi Proyek Kereta Api di Sumsel: Negara Rugi Rp1,95 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

Rabu, 10 September 2025 - 12:02 WIB

Warga Desa Mekarsari Banyuasin Tuntut Kejelasan Lahan, Pemerintah Provinsi Masih Bungkam

Kamis, 4 September 2025 - 19:19 WIB

Pemkab Muba Dukung Penuh Keterbukaan Informasi, Komisi Informasi Sumsel Apresiasi Komitmen Bupati

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Dukung Arahan Presiden, Polda Sumsel Libatkan Heli dan Bukit Asam Tertibkan Tambang Ilegal

Berita Terbaru

Nasional

Menag: Pesantren Akan Diurus Eselon I, Bukan Lagi Eselon II

Selasa, 23 Sep 2025 - 15:54 WIB