JAKARTA, HaloSriwijaya.id.— Usai ditutup pada 15 Juli 2024 oleh Panitia seleksi Capim dan Dawas KPK sudah menerima 525 pendaftar dengan rincian sebanyak 318 orang mendaftar sebagai Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan 207 orang sebagai calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Pendaftar capim KPK terdiri dari 298 laki-laki dan 20 perempuan. Sementara itu, untuk pendaftar dewas KPK terdiri dari 184 laki-laki dan 23 perempuan.
Beragam latar belakang para pendaftar. Mulai dari pensiunan Polri, akademisi, seniman, ASN, pengacara, praktisi hukum, kejaksaan dan pegiat LSM.
Diantara pendaftar, ada sosok “kontroversial” bernama Suganda Pandapotan Pasaribu. Pria yang pernah menjabat Pj Gubernur Babel turut mendaftar sebagai Calon Pimpinan KPK dengan slogan: Sinergi berantas korupsi, untuk Indonesia Emas 2045.
Publik di Babel masih mengingat pernyataan “ada maling besar” yang mencoba menyuap dirinya ketika masih menjabat Pj Babel. Sontak pernyataan itu membuat geger, menimbulkan pro kontra.
Di bulan-bulan pertama dia duduk menjadi orang nomor satu di Bumi Serumpun Sebalai (Bangka Belitung) Suganda pernah ditawari sejumlah uang yg jelas itu sogokan, tapi ditolak mentah-mentah oleh Suganda, dan membuat heboh publik seBangka Belitung. itulah Suganda bekerja dengan tulus dan lurus.
Sikapnya yang anti korupsi itulah yang menjadi pemicu ia didemo oleh pihak-pihak yang tidak nyaman dengan sikapnya.
Kepada redaksi Halo Sriwijaya, Suganda Pasaribu menyatakan visi dan misinya mendaftar sebagai Capim KPK.
“Visi saya adalah ‘terwujudnya lembaga anti korupsi yang dipercaya masyarakat, memiliki integritas dan kapasitas sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi menuju Indonesia Emas 2045“, ucap Suganda Pasaribu.
Melalui perenungan, Suganda Pasaribu mengurai langkah-langkah menuju visi tersebut yaitu:
Meningkatkan sinergi kelembagaan dalam menjalankan koordinasi dan supervisi
Meningkatkan upaya pencegahan korupsi yang efektif dan efisien
Membangun aparatur dan kelembagaan yang berintegritas dan independen
Meningkatkan keperceyaaan publik terhadap kualitas kinerja KPK.
Terakhir kata Suganda, ” Orang boleh mendapat kata-kata kemenangan, tapi ketentuan 1% kemenangan milik Tuhan. Dan 1% itu Tuhan percayakan padaku”, tutup Suganda.
Apakah sosok “kontroversial” Suganda Pasaribu ini yang juga menjabat sebagai Sekjen Ombudsman RI, akan terpilih menjadi Pimpinan KPK? **

















